1. Judul : Cinta Laki-laki Biasa
2. Pengarang : Asma Nadia
3. Tema : Dilema percintaan dalam kehidupan sehari-hari
4. Alur : Maju
5. Penokohan
a) Nania
cantik : “Sebab kamu gadis Papa yang paling cantik.”(bukti 1), “Kamu adik kami yang tak hanya cantik, tapi juga pintar!” (bukti 2), dan masih banyak lagi bukti.
Pintar : “Sebab kamu paling berprestasi dibandingkan kami.”(bukti 1), “Betul. Kamu adik kami yang cantik, pintar, dan punya kehidupan sukses!”
Tegas : “Nania serius!” tegasnya sambil menebak-nebak, apa lucunya jika Rafli memang melamarnya.
b) Papa
Tegas : “Tidak ada yang lucu,” suara Papa tegas, “Papa hanya tidak mengira Rafli berani melamar anak Papa yang paling cantik!”
c) Mama
Berwibawa : “Tapi Nania tidak serius dengan Rafli, kan?” Mama mengambil inisiatif bicara, masih seperti biasa dengan nada penuh wibawa.
d) Kakak-kakak Nania
Tega : “Lihat hidupmu, Nania. Lalu lihat Rafli! Kamu sukses, mapan, kamu bahkan tidak perlu lelaki untuk menghidupimu.”(bukti 1), Teganya kakak-kakak Nania mengatakan itu semua.
e) Rafli
Pekerja keras : Rafli bekerja lebih rajin setelah mereka memiliki anak-anak.
Romantis : Lalu dia mengelus pipi Nania dan mendaratkan kecupan lembut.
Sederhana : Pertanyaan kenapa dia menikahi laki-laki biasa, dari keluarga biasa, dengan pendidikan biasa, berpenampilan biasa, dengan pekerjaan dan gaji yang amat sangat biasa, tak lagi mengusik perasaan Nania.(bukti 1), melihat lelaki dengan penampilan sederhana itu bercakap-cakap dan bercanda mesra(bukti 2).
Alim : Dibawanya sebuah Quran kecil, dibacakannya dekat telinga Nania yang terbaring di ruang ICU.(bukti 1), Hanya waktu-waktu shalat lelaki itu meninggalkannya sebentar ke kamar mandi, dan menunaikan shalat di sisi tempat tidur.(bukti 2).
Setia : “Lelaki lain mungkin sudah cari perempuan kedua!”, Baik banget suaminya!”.
Besar hati : Tapi dia tak perlu khawatir sebab suaminya yang berjiwa besar selalu bisa menangkap hanya maksud baik.
f) Tetangga dan orang disekitarnya
Suka berbisik-bisik : Lalu berangsur Nania menyadari, mereka, orang-orang yang ditemuinya di jalan, juga tetangga-tetangga, sahabat, dan teman-teman Nania tak puas hanya member pandangan iba, namun juga mengomentari, mengoceh, semua berbisik-bisik.
6. Latar
a) Tempat
Kampus : Suasana sore di kampus sepi.
Teras rumah : Dari teras Nania menyaksikan anak-anaknya bermain basket dengan ayah mereka. Sesekali perempuan itu ikut tergelak melihat kocak permainan.
Rumah sakit : Rafli tidak beranjak dari sisi tempat tidur Nania di rumah sakit.
b) Waktu
Sore : Suasana sore di kampus sepi.
Hari minggu : Setiap hari Minggu Rafli mengajak mereka sekeluarga jalan-jalan keluar.
c) Suasana
Tegang : disaat terjadi perdebatan panjang antara Nania dengan keluarganya, dan ketika menanti kesadaran Nania setelah melahirkan anak terakhirnya.
Kesal : ketika Nania selalu mendengarkan bisik-bisik tetangga dan orang-orang, bahkan keluarganya sendiri juga ikut berbisik-bisik.
Haru : disaat Rafli menunjukkan betapa besar cinta yang dimilikinya terhadap Nania walaupun istrinya sudah tidak memiliki kecantikan fisik yang sempurna.
Bahagia : ketika semua orang sudah mulai memperhatikan Rafli sebagai orang yang istimewa untuk Nania. Dan disaat Nania tersadar dari koma.
7. Diksi
Cerpen “Cinta Laki-laki Biasa” karya Asma Nadia menggunakan gaya bahasa sehari-hari yang mudah dipahami dan dimengerti, sehingga siapapun yang membaca cerpen tersebut akan mudah memahami jalan ceritanya.
8. Pesan/ amanat yang didapat
a) Jangan asal menentukan seseorang melalui bibit, bebet, dan bobotnya saja, pertimbangkan pula iman yang dimiliki seseorang tersebut.
b) Tidak seharusnya kita mudah menyerah walaupun semua orang disekitar kita tidak sesuai dengan pendapat kita. Terus ikhtiar dan percaya diri.
c) Berbicara yang tidak ada manfaatnya(bergosip) akan merugikan diri sendiri.
d) Sabar adalah sifat yang tidak bisa manusia miliki sepenuhnya, namun sangat kita butuhkan dalam kehidupan.
e) Ternyata, kesederhanaan bisa membuktikan betapa besar cinta dan kesetiaan luar biasa yang dimilikinya.
9. Sudut pandang
Sudut pandang dalam cerpen “Cinta Laki-laki Biasa” ini memiliki sudut pandang orang ketiga serba tahu. Karena pencerita, berstatus sebagai orang lain yang menceritakan dengan detil kisah cinta Nania dan Rafli.
10. Kesimpulan
Karya-karya yang disajikan oleh Asma Nadia selalu sarat dengan nilai kehidupan dan kisah sedih. Begitu pula dengan cerpen “Cinta Laki-laki Biasa” tersebut.
Secara keseluruhan cerpen ini sangat menarik, sehingga pembaca tidak akan jenuh dengan alurnya. Cerpen ini dapat dikategorikan sebagai cerpen remaja dan dewasa, karena ceritanya tentang kehidupan yang rumit sehingga tidak cocok untuk anak-anak. Cerpen ini dapat dijadikan referensi bagi orang tua yang mungkin terlalu memaksakan kehendak terhadap anaknya untuk memilih pasangan hidupnya.
PROPOSAL MOHON BANTUAN DANA DALAM PELAKSANAAN ACARA BALAP SEPEDA / MINI CROSS PIALA BERGILIR CALEG PARTAI BERKARYA SUMUT Tanggal : 02, 09 Januari 2019 SEKRETARIAT Jl. Kl. Yos Sudarso Km. 6,5 No. 5-C PROPOSAL PELAKSANAAN ACARA BALAP SEPEDA / MINI CROSS “BERKARYA MINI CROSS” Tanggal 4 s/d 6 Oktober 2013 Di Jln. Kl. Yos Sudarso Depan Universitas Potensi Utama Warkop Ciwot I. PENDAHULUAN Dalam upaya pembinaan anak usia remaja menuju insan yang berprestasi, tangguh dan bebas dari narkoba, maka dirasa perlu adanya suatu kegiatan yang memberikan nilai positif, membangun, memberikan kesehatan serta kebugaran jasmani dan rohani. Oleh karena itu Komunitas “Gelegar Hitam” Kecamatan Medan Deli, ingin mengadakan acara BALAP SEPEDA / MINI CROSS tingkat anak-anak dan Remaja, yang akan dilaksanakan di Kec. Medan pada tanggal 4 s/d 6 Oktober 2013. II. NAMA KEGIATAN Balap Sepeda / Mini Cross Tingkat anak-anak dan Bebas III. TEMPAT KEGIATAN Di Jln. Kl. Yos Sudarso Km. 6,5 Warkop Ciwot IV. MAKSUD...
Comments
Post a Comment